Postingan

Trust with Allah

Cara Allah menjawab doa kita itu ada tiga. Pertama, Allah mengabulkan apa yang kita minta, sesuai kemauan kita. Kedua, Allah akan menundanya di saat dan waktu yang tepat. Dan yang ketiga, Allah akan menggantinya dengan yang jaauuh lebih baik lagi.  Mana jawaban yang tepat dari doa-doa kita? Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya. Satu hal yang pasti, Allah sangat suka pada hamba-Nya yang terus berikhtiar dan memohon doa dengan sungguh-sungguh.  Jikapun saat ini doa kita belum dikabulkan oleh Allah, masih ada dua pilihan lain, antara ditunda atau diganti dengan yang lebih baik lagi.  Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha dan mencoba. Seberat apapun tantangannya, tugas kita adalah mencoba, bukan berhasil.  Kata Buya Hamka, "Tugas kita bukanlah untuk berhasil,tugas kita adalah mencoba karena dalam mencoba itu kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil" Selagi kita masih percaya sama Allah, tidak ada lagi hal yang perlu kita kh...
Gadis kecil istimewa   Awalnya kuhanya bercanda dengannya Ia tertawa, bersama tenggelamnya kesedihan Ia bahagia bersama orang yang ia sayangi Sekalipun memiliki keluarga tak sempurna   Gadis kecil yang pandai Ia mau menjadi pahlawan dalam kehidupannya Di saat anak lain menghiraukannya, tak peduli dengannya Juga saat anak seusianya lebih memilih mainan atau pergi jalan-jalan Ia memilih menerobos tembok Menerka dan berjuang dalam beratnya kehidupan   Ia berbeda dan kuyakin gadis itu istimewa.. Meski ia lebih kecil dari yang lain, tapi semangatnya melebihi api yang membara Ia mau berusaha.. sekalipun ia gadis biasa.. Tak peduli orang berkata apa.. Karena satu hal yang ia cari.. Pengalaman dan pengetahuan yang amat berharga   Gadis kecil istimewa Darinya aku belajar tentang apa itu berjuang Yogyakarta,   Sabtu 12 November 2016

Puisi Nyanyian Pagi

Nyanyian Pagi Hari   Setetes embun di pagi hari Tak mampu terbayar dengan seluas air samudera Udara segar nan sejuk Tak mampu terbagi dengan wangi sepabrik parfum Kicauan burung bernyanyi Tak kalah indah dengan alunan piano atau petikan gitar Hamparan lautan hijau di depan mata Tak kalah hebatnya dengan jajaran pohon beton yang mengangkasa Gemericik air yang mengalir Senada dengan detakan jantung yang menggebu Belaian angin yang lembut Bersama mentari yang menyapa Perpaduan melodi alam Mendamaikan hati dan sanubari Mengawali tantangan hariku ini Dan kuucapkan “selamat pagi dunia”    
  Sosok Pemuda Ku tak tahu, apa yang harus dilakukan Di tengah kegundahan dan masalah pribadi Di sisi lain, pemuda seusiaku penuh dengan hura-hura dan kesenangan Sedang di bagian bumi sana ada yang sedang terluka..   Aku tak tahu.. aku takut.. dan ingin menangis.. Betapa banyak aku mengeluh Sakit sedikit saja sangat ingin diperhatikan Lalu, bagaimana dengan mereka? Yang kesakitan, yang harus meregang nyawa Yang harus merelakan keluarga hilang satu-per satu.. Aceh, Suriah, Allepo, Rohingya Juga bumi Palestina Tak kuasa aku m embayangkannya   Tak bisa ku fikirkan jika umurku saat ini dipertanyakan kelak.. “Di mana kau saat saudara-saudaramu terluka? Apa yang telah kau lakukan untuk membantu mereka?” Aku semakin terjatuh, tertunduk “Kau gunakan untuk apa masa mudamu?